Welcome to MargarethaDian's blog.. :) enjoy ur reading guys.. ;)
Powered By Blogger

Selasa, 08 Juni 2010

Natal untuk Retha

Hai all
it's me again... Margaretha Dian
wanna post about.....
and I don't know..
but u can see in this...

NATAL UNTUK RETHA

"Tha, makan.." kata mama dari bawah..
Tapi, Retha tudak mengacuhkannya. Matanya tak berkutik dari layar komputer.
Game yang dimainkannya sedang seru-serunya.
"BRAKK...!!" pintu kamar terbuka..
"RETHA!!! Setiap hari kerjaanmu hanya bermain! Kapan mau belajar? Jangankan belajar, makan saja tidak mau! Mau jadi apa kamu? Ha???" bentak papa
"Papa nggak ngerti apa-apa! Bisanya cuma marah-marah dan memerintah saja!" balas Retha sambil marah...
"RETHA!!!" bentak papa lagi..
"Baik... Baik... aku akan makan!!!" kata Retha sambul berjalan melewati ayah dengan tatapan angkuh
"Lo ngapain aja di atas?" Tanya Orion menatap adiknya itu dengan aneh
"Lo juga Ri!!! Ga usah ikut campur masalah gue!!! Gue tau IQ lo tinggi! Lo bisa dibanggain! Apa yang bisa dibanggain dari gue? Kalian semua sama aja!!!" bentak Retha kepada orion dan semua keluarganya..
"RETHA!! Kurang ajar kamu!!!" bentak papa...
"Pa.. udah.. Retha memang orangnya begitu.. Orangnya keras. nanti penyakit papa kambuh lagi... Sudah ya pa.." mama menenangkan papa...
"Retha... Kamu kenapa begini?" Tanya mama dalam hati.. Air mata jatuh dari pelupuk matanya..
"Ma..." bisik orion menenangkan mama...
***
Orion dan Retha adalah kakak beradik yang sangat berbeda... Orang-orang tidak mempercayai bahwa Orion dan Retha adalah kakak beradik. Retha adalah anak yang keras kepala dan suka melawan...
berbeda dengan Retha, Orion adalah anak yang pendiam dan lebih pandai dari retha. Sudah berapa kali dia menjuarai berbagai lomba mata pelajaran dan membawa nama baik sekolah.
Selain itu, dia juga adalah kapten tim basket. Benar-benar anak yang patut dibanggakan...
Orang tua mereka menganggap Retha tak berguna dan tidak bisa berbuat apa-apa.. Sedangkan Orion hebat dan bisa menjadi orang yang berguna. Karena itu juga , Retha menjadi anak yang keras kepala....
Retha tudak pernah mendapatkan keadilan seperti yang dirasakan oleh Orion...
"Gue benci Orion!!!!!! Gue benci!!!!! Dia udah ngerebut papa mama dari gue! Gue Benci!!!" teriak retha dari dalam kamar....
"Gue ga bermaksud tha... Bener-bener nggak bermaksud..." bisik Orion dari luar kamar...
***
"Tha, lo kenapa sih??" Tanya Nissa, temen baik Retha..
"Ga.. Gapapa. Emangnya gue beda?" Tanya retha balik
"Gitu deh.. e, Orion tadi nyariin lo. Dia ngajakin lo balik bareng katanya" kata nissa menyampaikan pesan ari Orion.
"WHAT....?!?!?! Orion? Plis banget gue benci sama dia!"teriak Retha
"Oke, emangnya kenapa sih lo benci banget sama Orion? Dia kan kakak lo?" tanya Nissa bingung menanggapi sifat sahabatnya itu..

"Lo tau? Dia udah ngerebut mama papa dari gue! Mama dan papa cuma sayang sama dia seorang.. Gara-gara dia mama dan papa nggak sayang lagi sama gue! Gue benci dia! Lo ngerti?" kata Retha membentak
"Ya... ya... ya... gue ngerti" kata nissa
"Sory niss.. Gue cabut dulu ya." Kata Retha
"Iya" jawab Nissa
***
"Dok, gimana perkembangan penyakit saya?" tanya Retha kepada okter pribadinya.
"Hmm.. Maafkan saya. Sepertinya perkembangan penyakit kamu menjadi buruk, Tha..kemungkinan untuk hidup sangat kecil sekali." kata dokter dengan perasaan menyesal..

Sejak kejadian 2 tahun yang lalu, Retha menderita kanker darah.
Tapi tak ada satupun anggota keluarganya yang mengetahui tentang ini
Retha enggan memberitahukannya karena Retha menganggap tidaklah penting semua anggota keluarganya mengetahui itu.
Mereka juga enggan melebuhkan perhatian mereka kepada Retha

"Ya dok, saya mengerti" jawab Retha
***
Malamnya, Retha berdoa...
"Tuhan, mengapa hidupku harus sesengsara ini?
Papa dan mama tudak pernha memberikan perhatian kepadaku
Orion, dia merebut kasih sayang mereka.
Kanker darah, penyakit ini sudah menggerogoti tubuhku
Aku tak tahu, sampai kapan aku akan hidup
Tuhan, sampai kapan aku harus merahasiakan penyakitku ini?
Sampai kapan aku harus pura-pura tegar di depan mereka?
Aku tahu, mereka pasti sangat membenciku karena sifat-sifatku
Tapi... mereka tetap tidak pernah menasihatiku
Aku ingin diperhatikan, dinasihati, merasa terlindungi oleh kedua orang tuaku
Tapi sampai kapan? Sampai kapan aku harus menunggu dengan semua perasaan sedihdan khawatir ini?
Aku ingin mereka sadar, memberiku perhatian
Sebelum aku pergi meninggalkan mereka
Tuhan, Natal sudah dekat
Aku tidak tau apakah saat Natal nanti... aku masih bersama mereka?
Apakah aku masih bisa melihat tawa mereka menyambut Natal?
Papa, aku tak pernah membencimu
Mama aku menyayangimu
Orion, kau adalah orang yang paling bisa mengerti aku
Kalian semua... aku sayang kalian
Tuhan... Berkati mereka semua.. Amin"
Retha tidur.
Tanpa sepengetahuannya, Orion masuk ke kamar Retha.
Menatap tubuh Retha yang sedang tidur.
Orion tersenyum kecil,
"Kapan kita bisa kayak dulu, Tha? Gue bener-bener nantiin saat-saat itu.." kata Orion

***



"Tha, bangun.. ayo sarapan" Orion membangunkan adiknya.
"Lo keluar sana! Gue bisa bangun sendiri!" teriak Retha. Retha langsung melompat dari kasurnya.
Ratha langsung mandi, tanpa sarapan, ia melangkah keluar rumah.
"Eh Retha, mau kemana kamu? Pagi-pagi udah mau keluar!" bentak papa dengan nada marah.
Orion yang berada di dapur terkejut.
Baru kali ini Retha mau pergi bareng dengan Orion semenjak kejadian 2 tahun yang lalu.
"Tha, makasih ya.. lo mau pergi bareng gue ke sekolah. Gue seneng banget..!" kata Orion kepada Retha yang tersenyum mendengar perkataan Orion.
Retha sampai sekarang masih bingung dengan penyakitnya.
Ia ingin memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang penyakit yang dideritanya.
Tapi, ia tidak mau kedua orang tuanya menjadi cemas dan terlalu perhatian 
Ia bingung, Sangat bingung...
"Ri, pas Natal, kita ke Gereja ya... Gue pengen Natal bareng kalian lagi..." kata Retha kepada Orion.

***

2 minggu kemudian.....

"Apa ini?" Tanya mama saat melihat amplop coklat yang ada di kamar meja Retha
Mama membuka amplop itu dan.... mama pingsan.
Rupanya, amplop itu adalah amplop dimana ditulis bahwa Retha menderita kanker darah.
Mama yang pingsan langsung dibawa Orion dan papa ke rumah sakit
Kebetulan saat itu Retha tidak ada dirumah.
Orion dan papa sangat cemas.
Mereka menunggui mama di rumah sakit.
Saat mama sadar, "Orion? Papa? Kenapa mama ada di rumah sakit?" Tanya mama bingung melihat keadaan rumah sakit.
"Tadi mama aku temuin pingsan dikamar Retha. Mama kenapa Ma?" Tanya Orion yang cemas dengan keadaan mama.
"Mama... Mama nemuin sesuatu di kamar Retha, Ri..." jawab mama dengan muka yang sangat khawatir
"Apa ma?" Tanya Orion
"Rupanya, ruanya Retha selama 2 tahun ini menderita kanker darah Ri..." kata mama sedih
"APA....!?!?!" teriak papa dan Orion berbarengan
"Ma.. Mama bercana kan?? Retha sehat Ma!" teriak Orion yang cemas sekaligus khawatir dengan keadaan adiknya.
"Mama serius Ri.. Sekarang, Retha mana?" Tanya mama
"Retha lagi pergi ma..." jawab papa sambil menangis. Ia tidak menyangka, Retha yang selama ini anak yang tegar dan keras kepala, menderita kanker darah stadium akut...
Tiba-tiba, nada dering handpone Orion berbunyi..
Orion mengangkat telpon itu.
Tapi, Orion memasang muka yang sangat serius sekali
ternyata, dokter pribadi Retha menelpon dan memberitahukan bahwa Retha sudah pergi ke pangkuan Tuhan atau wafat..
dan seketika itu juga suasana kamar tempat Mama di rawat menjadi sedih 

***

1 bulan kemudian...

"TONG... TONG... TONG... " lonceng di Gereja berbunyi
Orion, papa, dan mama memasuki Gereja.
Hari itu adalah hari raya Natal.
Orion ingat lagi dengan Retha. Dia ingat saat Retha tersenyum kepadanya.
Mengajak Orion berdoa bersama. Dan Orion ingat lagi, Retha sangat suka pada perayaan Natal.
Setiap perayaan Natal tiba, Retha selalu rajin datang ke Gereja. Merayakan Natal bersama
Orion pun teringat sekali lagi akan permintaan terakhir Retha, yaitu ingin Natal bersama lagi bersama keluarga
"Tha, gue tau kalo lo ada di sini... di sini di deket kami semua... biarpun kami semua nggak bisa ngeliat lo, lo pasti ada di sini.. di deket kami semua... " kata Orion di dalam hati, sambil senyum sendiri.
Sayup-sayup ia mendengar sebait puisi yang diucapkan oleh Retha...
Aku merasa sendiri
Tidak punya siapa-siapa
Papa... mama... Orion...
Aku hanya mengaggumi mereka dari jauh
Tapi,...
Mereka tetap segalanya untukku
Mereka semualah yang mengajariku tentang kehidupan ini
Tapi, satu yang menjadi penghalang
yaitu penyakitku ini yang pelanpelan pasti akan membunuhku
entah tak tau, tapi pasti
Satu yang sangat aku inginkan, Natal bersama kalian semua
Izinkan aku Tuhan
Papa, mama, Orion
Aku sangat menyayangi kalian
Melebihi yang kalian semua tau
Selamat tinggal
Kuharap kalian semua bahagia

Orion tersenyum.
Lalu berdoa dengan sungguh-sungguh sambil menitikkan air mata
Orion melihat kesamping, samar-samar dia melihat bayangan saudaranya
Dan Orion juga merasakan kalau Retha membisikkan suatu kata-kata terakhir
"Makasih Ri, lo udah mau ngerayain Natal bareng gue.. Jagain mama dan papa ya..."
"pasti tha..." jawab orion

Selamat menikmati membaca :)
God Bless us :)





1 komentar: