it's me again, Margaretha Dian
wanna post again about my beloved brother, Rama Andhika Widi...
U can see it :)
Check it out :)
“Harp Show Pieces” dari Rama Widi
Jakarta – Untuk kesekian kalinya, pemain harpa muda, Rama Andhika Widi (23) melangsungkan konser untuk mempertebal apresiasi publik Indonesia terhadap musik klasik. Kali ini ia mengusung tema “Harp Show Pieces”, yang memaknai perannya selaku solois. Konsernya tersebut bakal digelar di Gedung Usmar Ismail, Sabtu (16/8).
“Dari tahun ke tahun ada perkembangan minat penonton Indonesia dalam menghargai musik klasik. Mungkin itu bisa terjadi karena pada beberapa sajian repertoar, aku selalu membawa perbedaan-perbedaan yang menambah dorongan apresiasi bagi masyarakat,” ungkap Rama Widi kepada SH, minggu lalu.
Demi pendekatan pada publik, Rama sengaja mengemas repertoar yang dipersingkat. Bahkan di lagu “Pink Panther Themes”, ia telah menyiapkan sesi interaksi dengan penonton.
“Supaya penonton tidak jenuh menyimak aksi solo saya,” ujarnya terus terang.
Dalam pertunjukan konsernya nanti, Rama dengan iringan Jakarta Chamber Orchestra yang dikonduktori Avip Priatna tak cuma menampilkan karya-karya klasik, tetapi juga musik jazz, swing, lagu tradisional, pop, hingga dangdut. Sederet bintang tamu sudah pula disiapkan dalam kaitan sesi kolaborasi.
Meski melakukan pembauran genre, dalam repertoarnya kali ini, Rama tetap berkomitmen serius karena sudah merencanakan dan merancang “Harp Show Pieces” sejak dua tahun silam.
Perjalanan dirinya sebagai solois, ternyata tidak langsung mengarah ke alat musik harpa. Ia berawalan sebagai pemain piano lalu biola. Langkahnya buat mendalami permainan harpa, semula cuma lantaran ia tertarik melihat sosok Maya Hasan yang jelita sekaligus terampil.
Selebihnya, kenang dia, belajar harpa di konservatorium Vienna, Austria adalah semacam memenuhi tantangan dari ibunya.
Tetapi kemudian dia malah tertantang untuk tekun dan menguasai instrumen yang menyulitkan itu. Pembimbingnya di konservatori adalah Profesor Julia Reth, tetapi dia juga belajar privat melalui Profesor Xavier de Maistre di Vienna Philharmonic Orchestra. Kini ia tercatat sebagai anggota pemain harpa di Vienna Symphony Orchestra.
Siapkan Konser Akbar
Penguasaannya pada instrumen harpa terbilang cepat. Dalam waktu dua semester dia telah mampu memainkan karya-karya klasik dari komposer legendaris termasuk Bach dan Mozart. Juni lalu, Rama meraih gelar setara bachelor yang diselesaikan cuma dalam tiga semester, dan mencapai nilai A.
Pengalaman bermain dalam konser klasik di kawasan Eropa, menurutnya, penting dibedakan dengan keadaan di Indonesia yang masih membutuhkan pemahaman apresiasi yang harus lebih ditingkatkan lagi.
Untuk tekad tersebut, Rama berencana mempersiapkan suatu konser akbar yang bakal melibatkan dirinya bersama Vienna Symphony Orchestra, sekitar Januari tahun depan. “Pelaksanaannya mungkin bertepatan dengan jadwal konser tur Asia dari Vienna Symphony Orchestra. Rencananya, saya akan bermain bersama mereka. Nanti saya mecoba membawakan simfoni khusus untuk harpa solo yang bersajian lagu-lagu tradisional dari Sabang sampai Merauke karya Singgih Sanjaya,” paparnya.
Di balik itu, Rama berharap suatu saat nanti ia bisa konser bareng idolanya, Maya Hasan.
It's done...
but not everything I wrote above
much more about Rama Andhika Widi..
next time I post again :)
see u :)
Thank you :)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar