"Ainun, saya sangat mencintaimu. Tapi Allah lebih mencintaimu. Sehingga saya merelakan kamu pergi"-B.J.Habibie
ya, sepenggal kalimat di atas adalah kalimat yg diucapkan Bapak. BJ. Habibie
melepaskan kepergian sang istri..
Cintanya yang begitu besar kepada sang istrilah yang dapat menguatkan Bpk. BJ. Habibie...
Berikut adalah sepenggal kisah yang saya ambil dr situs internet,
Cinta Habibie Mengantar Sang Isteri Hingga ke Liang Lahat
Jakarta, CyberNews. Ketika mantan presiden BJ Habibie dan Ibu Ainun berkesempatan menonton tayangan sinetron "Cinta Fitri" bersama para kru pendukungnya, Habibie yang dikenal jenius dan serius itu mengaku yang menyebabkan dirinya menyukai sinetron adalah karena isteri tercintanya.Dan setelah beberapa episode dia ikuti, secara berkelakar Habibie menyebut bahwa kesetiaan cintanya pada Ibu Ainun mirip dengan karakter Farel dalam sinetron Cinta Fitri.
Dan kini, ketika sang isteri benar-benar dipanggil Allah SWT, Habibie membuktikan bahwa cinta dan kesetiaannya kepada Ibu Ainun tetap dibawa hingga ajal memisahkan mereka.
Kesetiaan pasangan ini sudah terlihat dari keputusan Habibie untuk tinggal di Jerman tak lama setelah lengser dari kursi kepresidenan. Alasannya cuma satu: demi kesehatan Ainun. Karena terserang berbagai penyakit yang tidak memungkinkan untuk tinggal di iklim tropis, atas rekomendasi tim dokter, Ibu Ainun memang harus dirawat di Jerman. Sejak itu BJ Habibie lebih memilih menunggui sang isteri di Jerman, hingga sempat timbul tudingan ia tidak nasionalis.
Namun tudingan miring itu tak membuatnya gundah. Ia tetap menemani Ibu Ainun hingga akhirnya wanita kelahiran Semarang 11 Agustus 1937 ini wafat Sabtu 22 Mei 2010 pukul 17.30 waktu Jerman atau 22.30 WIB di RS Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman.
Sahabat dekat Habibie Ahmad Watik Pratiknyo menuturkan, sejak dirawat pada 24 Maret Habibie tak pernah keluar dari rumah sakit. Ia terus mendampingi sampai di samping sang isteri sampai Ibu Ainun dipanggil Allah.
Tak cuma itu. Seperti dituturkan adiknya, Jusuf Effendi (Fanny) Habibie, kakaknya yang sempat mengaku tidak sanggup ketika harus harus berpisah dengan sang isteri itu terus berada di samping almarhum mulai dari proses pemulangan dari jerman.
Bahkan, dalam penerbangan ke tanah air pun Habibie minta agar peti jenazah yang biasanya ditempatkan di komparatemen khusus bisa ditempatkan di kabin pesawat, sehingga ia bisa tetap berada di samping sang isteri. "Dia tidak mau jauh dari jenazah," kata Fanny.
Begitu pun saat jenazah tiba di tanah air. Habibie didampingi dua anaknya, Ilham Akbar dan Thareq Kemal memilih berada dalam mobil yang membawa peti jenazah dalam perjalanan ke kediaman mereka, Jalan Patra Kuningan XIII.
Ya. Berpulangnya mantan Ibu Negara dr Hj Hasri Ainun Besari Habibie memang merupakan suatu kehilangan, tak saja bagi keluarga, tetapi juga bangsa Indonesia....







Tidak ada komentar:
Posting Komentar