Welcome to MargarethaDian's blog.. :) enjoy ur reading guys.. ;)
Powered By Blogger

Rabu, 26 Mei 2010

Mengenang (almh.) Hj. Ainun Habibie... part III

Tidak bosan-bosannya saya posting tentang (almh.) Hj. Ainun Habibie,
karena sosok beliau sangat dapat menjadi panutan
saya tidak apat lagi berkata-kata, hanya artikel ini yang dapat menjelaskannya....


Ainun Habibie Sosok Ibu yang Patut Dicontoh

Magelang, CyberNews. Puluhan siswa SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang menggelar sholat ghaib untuk mendokan almarhumah mantan Ibu Negara dr Hj Hasrie Ainun Habibie. Mereka menilai almahumah merupakan sosok ibu bangsa yang patut dijadikan teladan bagi ibu-ibu yang lain.
"Beliau adalah sosok ibu yang sempurna. Tidak pernah mengeluh dan selalu setia mendampingi suami baik dalam suka maupun duka. Tidak seperti ibu-ibu lainnya," kata guru agama Muh Tarozi SAg seusai memimpin shalat ghaib dan doa bersama, Selasa (25/5).
Menurut Tarozi saat ini banyak ibu yang kurang bisa mendampingi suami mereka sehingga banyak kasus korupsi. Padahal seorang ibu harus bisa menjadi teladan bagi anak-anak mereka. "Maju tidaknya bangsa ini bergantung pada sosok seorang ibu. Untuk itu kaum ibu harus mencontoh sosok Ainun Habibie," kata dia.
Seperti diketahui, wanita kelahiran Semarang 11 Agustus 1937 ini meninggal dunia 22 Mei pukul 17.35 waktu Muenchen. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Ludwig-Maximilians-Universitat Klinikum Grobhadern, Muenchen, Jerman. Ia meninggalkan dua anak Ilham Akbar Habibie dan Thareq kemal Habibie.
Untuk mengenang jasa-saja almarhumah Ainun Habibie, 60 siswa SMP Negeri 3 Candimulyo menggelar sholat ghaib dan doa bersama di halaman sekolah dipimpin Muh Tarozi SAg. Acara ini juga diikuti oleh 30 siswa MI Maarif 2 Treten Candimulyo.
Setelah doa bersama, para siswa menyalakan lilin di bawah foto mendiang Hj Ainun Habibie. Satu persatu para siswa berjalan ke sebuah altar untuk menyalakan lilin sebagai tanda berduka. Beberapa siswa juga membawa foto almarhumah.
Tarozi mengatakan doa bersama ini untuk membiasakan para siswa memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama jasa-jasa para pahlawan bangsa. "Dia salah satu pahlawan Indonesia. Ia berhasil mendampingi suaminya menyelamatkan Indonesia dari jurang  krisis," kata Kepala SMP Negeri 3 Candimulyo Winarti.
Siti Inayatul, salah satu siswa, mengaku, dirinya merasa sangat kehilangan atas meninggalnya almarhumah. Ia dinilai sebagai sosok ibu negara yang baik hati. "Semoga saja dosa-dosanya diampuni dan amal kebaikannya juga diterima disisi Allah serta keluarga diberikan kekuatan," doa Siti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar